Lompat ke Content!
Lompat ke Navigasi!

INCO Naik

January 4th, 2006

Perkiraan saya pada awal minggu ini ternyata terbukti. INCO naik cukup tajam mencapai Rp 700++ dan PGAS juga mengalami kenaikan Rp100-Rp200. Tampaknya untuk besok, anda dapat memesan saham HMSP karena pada hari ini penurunan yang terjadi cukup besar.

Tetapi beware, karena saham HMSP kini sudah tidak terlalu likuid lagi.


Selamat Tahun Baru

January 3rd, 2006

Selamat Tahun Baru! Selamat untuk BEJ yang menjadi index terbaik ketiga di Asia. Tentunya ini menggambarkan tahun 2005 yang memang cenderung bullish bila dibandingkan pada tahun - tahun sebelumnya. Berikut ini adalah saham - saham andalan saya untuk bulan ini.

PGAS. Hari ini saya coba beli di Rp6850 dengan posisi penjual offer di 6950. Sampai jam 4 memang engga bisa direalisasi karena memang offer sama bid-nya yang belum ketemu. Tapi mudah - mudahan besok sudah bisa terealisasi dengan harga 6850 karena menurut saya, yang 6950 itu hanya orang iseng yang ‘mencolek’ harga saham di hari perdagangan pertama.

Bakrie Telecom. Saya memang mengurungkan niat saya untuk membeli saham ini di IPO karena kabar yang saya dengar minggu lalu, harga di pasar gelapnya sudah mencapai 115 (dari harga pembukaan antara 105 - 110). Tetapi karena economic outlook komunikasi di Indonesia untuk tahun 2006 cukup cerah, harga 100 perak itu merupakan harga bargain walaupun memang perusahaan ini merugi pada tahun yang lalu.

TLKM. Jelas donk, primadona dari semua portofolio saya. Lebih - lebih dengan diangkatnya peraturan anti monopoli untuk Telkom dan sentimen positif pasar karena pemerintah telah menunjuk Telkom sebagai salah satu penyandang dana dalam proses buyback saham ISAT yang secara jelas menandakan keuangan Telkom yang memang sedang kuat - kuatnya.

Tahun 2006, bila tidak ada insiden berdarah, akan menjadi tahun yang sangat menarik untuk melakukan trading. Untuk saya pribadi, industri yang bisa menjadi andalan adalah industri tambang (termasuk gas dan minyak bumi) dan industri komunikasi. Bagaimana menurut anda?


Mulai Aktif Trading Lagi

December 26th, 2005

Hari ini saya bakalan mengunjungi Valbury untuk mengambil data pergerakan saham 1 bulan belakangan ini. Datanya nanti akan dimasukkan ke program MetaStock untuk dianalisis. Sayang sekali karena Valbury tidak dapat menyediakan jasa ini secara online saja, karena software yang tadi saya sebutkan sangat powerful dalam melakukan technical analysis.

Let’s see…

PGAS - mungkin saham ini engga bakalan saya beli lagi kecuali harganya pada bulan Januari nanti berada di kisaran Rp6500-Rp6800. Dalam bulan November - Desember kemarin, terbentuk level resistensi baru. Saya sendiri engga tau karena faktor apa, mungkin karena memang faktor kinerja perusahaan yang sedang bagus (walaupun katanya juga ada faktor Window dressingnya).

TLKM - harganya sedang tinggi - tingginya. Mudah - mudahan belum terbentuk level resistensi baru karena saham ini yang akan menjadi saham andalan saya dalam day trading tahun depan.

INCO - Sama seperti PGAS, tampaknya terbentuk ambang batas bawah baru yang sayangnya lebih rendah dibandingkan resistensi level yang kemarin. Saham INCO pada tahun ini sedang jaya - jayanya mencapai kisaran Rp15000/lembar. Walaupun kini harganya jatuh pada kisaran Rp12000-Rp13000, saham ini kayaknya menjanjikan spread keuntungan yang tinggi karena industri nikel dunia memang sedang bergairah (eh… 2006 bergairah ga sih? Belum ngecek outlooknya…)

Apa saham pegangan anda untuk tahun depan?


IPO Bakrie Telecom

December 23rd, 2005

Kemarin saya sudah ngomong - ngomong sedikit tentang public offering yang akan diadakan oleh Bakrie Telecom pada pertengahan Januari nanti dan bahkan ikut - ikutan merekomendasikan anda untuk ambil bagian dalam aktivitas tersebut.

Tetapi setelah saya pikir - pikir lagi, time value of money yang mungkin anda dapat itu engga worth it banget. Sampai saat ini, bid saham tersebut sudah oversubscribe 1,5 kali. Dengan waktu penawaran yang masih sebulan lagi, bukan tidak mungkin angka over subscribe tersebut melampaui 2 kali.

Ini artinya, bila tadinya anda nge-bid untuk mendapatkan 10 lot saham, bila saham tersebut over subscribe 2 kali, maka yang akan anda dapatkan hanya ada di kisaran 5 lot saham. Memang uangnya sih balik, tapi ya itu tadi yang saya bilang, time value of money-nya yang engga worth it kalau nge-bid dari sekarang.

Saya sendiri sih tetep bakalan nge-bid walaupun portofolio saham saya akan tetap di keep di saham - saham LQ45. Berhubung sudah akhir tahun, mulai mainnya bulan Januari saja ah…


Lesu Akhir Tahun

December 21st, 2005

Ini mungkin menjadi akhir tahun yang pertama buat blog ini, lagipula memang dimulainya pas akhir tahun. Tidak banyak yang bisa saya tulis saat ini karena harga - harga yang terbentuk di pasaran kemungkinan akan terkena January Effect pada awal tahun depan. Saya sangat tidak menyarankan anda membeli saham pada saat - saat sekarang ini bila tujuannya adalah untuk long-term investment karena ya itu tadi, saya yakin harga saham tersebut akan turun juga.

January Effect lah penyebab saham - saham tersebut akan bergerak turun. (Note: January effect adalah sebuah pola pasar saham dimana harga saham gabungan biasanya turun pada bulan januari karena volume trading yang kecil). Mendingan anda mengantri untuk membeli penawaran perdana (IPO) saham Bakrie Telecom yang mudah - mudahan akan dilaksanakan pada pertengahan Januari tahun depan.